Pages

Monday, July 7, 2014

Makhluk Sosial



Setiap manusia pasti membutuhkan bantuan orang lain. Apa mungkin dia akan menyelesaikan segala sesuatunya sendiri. Bahkan dia butuh ibu untuk membuatnya terlahir di dunia. dia membutuhkan kasih sayang ibu untuknya bertumbuh. Dia bahkan membutuhkan keluarga disekitarnya untuk tetap dianggap sebagai seorang yang sempurnya di dunia ini. Dia membutuhkan ayah untuk melindunginya. Dia membutuhkan guru untuk mengajarinya membaca dan menulis. Dia pun membutuhkan teman untuk menemaninya bermain.
Jadi seseorang akan membutuhkan orang lain. Jangan kira dia bersikap dab berucap buruk tak mampu menjadi kawanmu. Kadang yang kau anggap sebagai lawan adalah kawanmu yang sejati. Dan yang kau anggap sebagai kawan adalah musuh dalam hidupmu.
Bagiku, lebih baik aku mengatakan yang sejujurnya padamu, dan menyakiti hatimu. Dari pada aku harus berkata manis tetapi aku membunuhmu.
Kesalahan apa yang tak dapat dimaafkan? Sedangkan kesalahan terbesar dalam hidup kita pun masih bisa dimaafkan oleh Tuhan.
Kau ingin hidup dengan orang yang hanya akan memujimu? Hanya membuatmu tersenyum? Mengasihi hidupmu?
Orang macam apa kau.
Aku bukan orang yang sempurna. Bahkan aku pernah berbuat salah dan menyakiti hatimu. Tapi aku tak pernah menjerumuskanmu dalam keadaan yang merugikan. Bahkan aku ingin kau mendapatkan yang terbaik. Tetapi kau meninggalkan ku karena kau piker aku menusukmu dari belakang. Aku menyakitimu, aku membicarakan keburukanmu. Ingatlah, suara dari orang lain itu bisa saja berkurang atau bertambah. Lihatlah dengan mata hatimu !! bukan dengan mata orang lain. Dengarlah dengan telingamu sendiri, bukan telinga orang lain. Maka dari situ kau akan mendapatkan kebenaran itu.

Sunday, July 6, 2014

Hujan oh Hujan



Entah kenapa aku suka dengan hujan. Semakin deras hujan, semakin aku ingin berjalan ditengah hujan.
Hujan membuat perasaanku menjadi tenang. Hujan mampu memalsukan air mataku yang keluar karena suatu perasaan yang sudah tak mampu lagi ku simpan.
Hujanpun yang membuat aku semakin dekat dengan orang yang pernah menjadi kebanggaan dalam hidupku.
Banyak orang bilang kalau hujan akan membuatmu sakit, TIDAK!! Air Hujan itu menyejukan. Kau tau, sewaktu aku masih kecil, aku menganggap hujan sebagai air mata Tuhan. Tuhan sedang bersedih di Surga sana. Melihat tingkah manusia yang semakin membabi buta. Tuhan sedang bersedih dan kecewa karena kita kadang lupa bersyukur kepadaNYA. Tuhan sedang menunjukan kesedihanNYA kepada kita agar kita sadar bahwa DIA lah yang menguasai segala alam raya termasuk kita.
Bagi para petani, Hujan adalah berkah yang sangat melimpah. Tanaman mereka disirami dengan alami dari atas. Menyegarkan segala sayuran atau buah yang akhirnya pun kita juga bisa menikmatinya dengan segar. Hujan itu berkah bukan?
Bagi mereka yang kekeringan, hujan adalah suatu kebesara Tuhan. Dimana mereka bersyukur bahwa Tuhan tidak pernah melupakan mereka yang membutuhkan air untuk minum dan kebutuhan sehari-hari mereka.
Aku ingat pengalamanku di suatu tempat di kabupaten jogja. Disana masih terhempas luas hutan yang penuh dengan bebatuan. Tanahnya menghasilkan batu. Banyak gunung yang terbuat dari batu. Di sana disebut Gunung seribu. Banyak sekali bukit-bukit bebatuan dengan goa-goa menyeramkan. Dan aku ingat di sana sangat sulit mendapatkan air. Sumur yang mereka gali haruslah dalam. Kalau mereka beruntung, mereka akan mendapatkan air. Sedangkan kalau mereka tidak mendapatkan air, mereka hanya menunggu hujan. Setiap rumah di sana pasti akan mempunyai tempat penadah hujan. Saat hujan turun, itu berkah bagi mereka. Itu berarti mereka bisa melakukan kegiatan seperti biasa. Seperti mandi, minum, memasak, ataupun mencuci. Jadi Hujan itu bukan bencana kan?
Tetapi bagi mereka yang terkena bencana karena hujan, mereka membenci hujan. Mereka berpikir bahwa hujan membuat mereka menjadi menderita. Mereka kehilangan semua milik mereka, atau karena hujan mereka tidak bisa melakukan kegiatan seperti sediakala. Jadi Hujan itu baik atau tidak?
Andai kita sadar bahwa hokum alam itu berlaku kepada kita. Kalau kau mencintai alammu, maka alam pun akan mencintai kamu. Sebaliknya, kalau kau merusak alam, kau pun akan musnah dirusak oleh alam.

Saturday, July 5, 2014

Moving On

hai gaes, lama akutidak posting di blogku. Setelah tadi ketemu sama teman seperjuangan menulis akhirnya aku memutuskan untuk menulis kembali blogku ini, hahahahaha ....

kali ini aku mau membahas tentang MOVE ON. terutama MOVE ON dari mantan pacar. pengalaman pribadi sih ini.

ceritanya kamu sudah pacaran lama kemudian putus nyambung karena masalah komunikasi yang gak stabil. sepele kan ? tapi masalahnya bukan karena masalah komunikasi. Ini masalahnya pacar kamu tiba-tiba bilang ke kamu tidak bisa melanjutkan hubungan karena dia harus menikah tahun depan. sakit gak rasanya? aku sih sudah gak bisa merasakan lagi apa yang namanya sakit hati itu. alias aku sudah kebal dengan segala perlakuan si do i. disamping itu, kedua orang tua kami saling menentang hubungan kami. ya sudah, akhirnya PUTUS lah hubungan kita. tapi tali silaturahmi tetep dong.

setelah kamu PUTUS dengan pacar, otomatis semua keadaan akan berubah. naaaahhhhh .....  ini situasi bagaimana kita bisa move on dari pacar yang kita sayang setengah idup.

pertama, DELETE nomor HP, DELETE contact BB, atau apalah yang berhubungan dengan dia. jangan pernah berhubungan dengan si X selama kamu masih selalu nyeseg saat mengenangnya. boleh sih kita inget, tapi jangan kelanturan.

kedua, dengerin lagu yang menumbuhkan semangat, jangan dengerin lagu galau. karena lagu galau akan membuat suasana hati kamu semakin galau. kalau perlu dengerin lagu yang kamu gak tau artinya kayak Lagu dalam bahasa Jepang atau Korea, asal nadanya membuat hatimu membara, kamu tidak akan merasa galau.

ketiga, kalau saat kamu merindukannya, usahakan kamu tidak menyangkal itu. ikuti alur saja. tuangkan rindumu dalam tulisan, atau tuangkan semuanya dalam tangis. tapi ingat, hanya sekali saja. jangan berlebihan. kamu itu kuat !

yang keberapa sekarang? ohh ya empat. yang ke empat, BERDOA. ini yang paling penting diantara yang lain. curahkan isi hati kamu kepada TUHAN. keluarkan segala emosimu lewat doa. karena doa itu kuat. kita tidak bisa mengembalikan apa yang sudah terjadi, tetapi Tuhan akan memberikan yang paling baik untuk kita. mendekatkan diri pada Tuhan akan membuat hatimu menjadi nyaman.

selain itu, sahabat, teman, dan semua orang disekitarmu akan membantumu cepat Move On dari yang kau bayangkan. kalau kau benar-benar ingin Move On, maka kamu harus menaruh pondasi kuat terlebih dahulu di dalam dirimu. pondasi itu adalah IMAN yang kuat. kamu akan tetap hidup walaupun kamu tidak bersama dia. kamu masih bisa menikmati indahnya dunia dan kebahagiaan walapun kau tak bersanding dengannya.

oke gaes, sudah mengerti kan. kalau memang ingin Move On ya harus dari diri sendiri.

Friday, May 31, 2013

O C H K I (we are OCHKI )


Awalnya aku tak mengenal siapa mereka. Bahkan tak pernah berpikir untuk bersama mereka. Awalnya aku piker hanya teman sekelas untuk semester ini saja, tak pernah berpikir bahwa sampai detik ini mereka masih berada disampingku. 

Lintang Gendis, nama yang ku kenal saat aku masuk kelas literature. Nama yang asing bagiku saat itu bahkan aku tak pernah menyangka bahwa aku akan dipertemukan oleh Tuhan dengan sahabatku ini. Tomboy dan santai adalah gayanya. Mungkin kalau ada dunung meletus atau gempa bumi sekalipun dia akan pasang tampang sok kece nya dia. Dia adalah orang yang selalu membuatku kagum, karyanya, masakannya dan hal yang luar biasa tentangnya :)
 


Garnis Dwi, aku ingat saat mencari nama itu. Saat itu aku mencari teman sekelas yang seangkatan yang mengambil mata kuliah yang sama denganku, dan seorang temanku bilang supaya aku mencari seseorang bernama Garnis Dwi. Parahnya dia adalah teman angkatanku dan aku tak mengenalnya. Akhirnya aku mencari nama itu dengan bertanya dengan teman lainnya. Sampai akhirnya aku bertemu dan pendapatku pertama kali adalah dia pasti lemah lembut. Ternyata dia sahabat yang paling sangat lemah lembut dan ……. Hahahahahahahaha  tak tega aku mengatakannya.



Novia Surya, teman??? Musuh ??? hahahahahaha … dia adalah temanku berantem sepanjang kita bertemu. Gayanya yang membuatku ingin mengajaknya berantem membuatku rindu saat aku sendirian. Pasalnya kamu harus berpikir 1000000000x saat kamu bebicara dengannya dan mencari cara supaya dia mengerti maksutmu … hahahahha J





Dan ini dia yang paling heboh sedunia, DIAN PRAMESTI. Orang yang menemaniku saat galau. Pasalnya kita galau juga bareng-bareng. Dia selalu heboh saat segala sesuatu tidak terpecahkan. Gayanya saat di kelas membuatku ingin melempar sesuatu ke dia. Bukan karna aku gak suka, tapi karna aku gemes liat gayanya yang cetak cetok in tangan untuk mencari jawaban.. emang tangan bias jawab ya ????





Mereka adalah tempatku mengungkapkan isi hatiku saat perasaanku tak lagi bias ku pendam. Mereka adalah tempatku merasakan keramaian saat aku merasa kesepian. Mereka adalah tempatku berbagi kebahagian dan dukaku. Mereka adalah tempat dimana aku dikembalikan senyumku kembali. Mereka mampu membuatku tersenyum, tertawa tanpa harus malu-malu. Dengan mereka aku menjadi diriku, bukan orang lain.

Teman, aku malu saat aku harus bilang pada kalian kalau aku menyayangi kalian. Aku malu untuk mengungkapkan bahwa aku orang yang paling beruntung mempunyai kalian. Teman, tetaplah seperti ini walau suatu saat kita akan dipisahkan oleh jarak. Tetaplah menjadi sahabatku dan tetaplah menjadi yang terhebat untukku ,,,  Terimakasih teman 

Monday, February 11, 2013

KESEMPATAN


Tuhan,
Bolehkah aku bertanya satu pertanyaan ? apakah setiap orang itu harus berbuat benar selama dia hidup dan tidak ada kesalahan sedikitpun dalam hidupnya? Apakah setiap orang yang pernah berbuat salah itu tidak boleh diberi kesempatan?
Aku hanya ingin tahu saja, Tuhan. Aku pernah mengecewakan seseorang dan aku ingin menebus kesalahanku, tapi tertanya dimatanya aku tetaplah salah. Aku tetap si pembuat kecewa dan dia tak pernah untuk mau mencoba percaya kembali kepadaku.
Tuhan, bagaimana rasaMU bila umat kesayaanganmu tidak mempercayaimu? Sakitkah hatimu? Terluka? Itu yang ku rasakan saat ini, Tuhan.
Apakah aku memang tak pantas untuk mendapatkan kesempatan? Sedangkan ENGKAU selalu memberiku kesempatan untukku belajar dan merubah sikapku … mungkin, hanya KAU yang mengerti aku. Hanya KAU yang mau memberiku kesempatan berkali-kali. Hanya KAU yang selalu sabar dan tak punya ujung sabar.
Yah, manusia memang seperti itu, termasuk diriku sendiri. Aku juga pernah berada dalam kondisi yang seperti itu, namun, dari dia aku belajar untuk memberi kesempatan kepada dia yang ingin berubah menjadi yang lebih baik.. supaya, apabila aku berada dalam kondisi yang salah, masih ada orang yang mau memberiku kesempatan untuk menjadi lebih baik.
Tuhan, doaku untuknya, supaya KAU tetap memberinya kesempatan disetiap langkahnya. Agar dia mengerti akan arti sebuah KESEMPATAN.

Saturday, February 9, 2013

Pertemuan Singkat


Aku gak tau harus memulai dari mana. Cerita itu datang dan pergi semaunya sendiri. Aku punya sesorang yang ku anggap special. Memang, aku pernah menyakitinya dengan cara menduakan dia. Tapi itu aku sadari. Aku tau aku salah dan aku sudah berusaha untuk memperbaiki semuanya. Namun, sia-sia sudah usahaku membuatnya kembali percaya. Dia bilang, “AKU KECEWA”. Aku tidak dapat mengelak karena memang itu salahku. Tapi kupikir, manusia tak sepenuhnya akan melakukan hal yang benar. Manusia bukan Tuhan yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tapi mungkin dia ingin orang yang sempurna yang tak pernah membuat salah dalam hidupnya.
Atau bias dibilang sekarang aku lelah. Aku lelah meyakinkanya. Aku lelah menunjukan padanya bahwa aku menyesal. Karena dimatanya mungkin aku ini orang yang bersalah dan selamanya aku salah.
Kuputuskan untuk mengakhiri semua ceritaku bersamanya. Ku biarkan dia mencari apa yang menjadi kesempurnaanya. Dan ku lanjutkan hidupku. Ku piker, sudah cukup untuk memberinya bukti bahwa ku menyesal. Aku punya jalan yang harus aku tempuh, aku tak mau berhenti hanya untuk hal yang tak pernah pasti dalam hidupku. Aku punya sahabat yang masih mau menerima ku dengan segala kekuranganku. Aku masih mempunyai orang tua yang setiap hari memberiku hal luar biasa dalam hidupku. Dan aku tak ingin kebahagiaanku hilang karena ketidakpastian itu.
Ku anggap ini pertemuan singakat bersamanya, mengenal kepribadiannya walaupun hanya sesaat. Berterimakasih aku kepadanya karena dia membuatku mengerti akan pentingnya memaafkan dari sebuah kesalahan. Mengerti akan pentingkan kesempatan kedua untuk seseorang agar bias menjadi yang lebih baik.
Kuanggap lunas :) pertemuan singkatku