Pages

Sunday, June 12, 2011

Dia-pun Pantas kita Sayangi


Wanita tua itu tersenyum
Tangan mengadah meminta belas kasihan
Walaupun terkadang hinaan menghampirinya,
 ia tak pernah berhenti untuk tersenyum.

Tubuhnya yang renta tak ia hiraukan,
Sepanjang orang berjalan di depannya, ia mengucapkan doa
Doa yang indah sekali.

Dimana keluarganya?
Kenapa ia sendirian.
Siapa yang mengurusnya?
Tak seharusnya ia disitu dimasa tuanya.

Tuhan, hati ini tergerak untuk mendekatinya,
Duduk disebelahnya tanpa rasa jijik,
Memandang wajah tuanya yang tetap tersenyum,
Dan merangkulnya dengan rasa haru.

Tuhan, kenapa kadang hidup ini keras dan tidak adil?
Kenapa wanita tua itu harus berjuang dengan cara seperti ini?
Mana anaknya?
Yang seharusnya menemaninya dimasa tuanya yang rentan itu,

Kaki ini sebenarnya tak ingin melangkah,
Rasa kasihan, rasa haru, marah dan sedih membuatku ingin tetap disitu,
Memang wanita itu bukan ibuku, bukan saudara nenekku, bukan keluargaku,
Tapi dia pantas mendapatkan pelukan, Tuhan.

Saat aku menaruh sesuatu di kaleng yang dia bawa,
Tangan ini digenggamnya,
Di ucapkannya doa-doa keselamatan dan kesuksesan,
Dan tangan ini dicium olehnya, bagaikan perilaku budak kepada tuannya.

Ini GILA!!!!! Sangat GILA!!
Belum pernah hatku merasa gelisah saat dia mencium tangan ini,
Aku tak pantas Nek, harusnya aku bukan Nenek
Terima kasih Nek atas doa-doa yang kau ucapkan,
Semoga Tuhan membalas doamu, dan mendengarkan harapanmu.

Berkali-kali kata terima kasih terlontar dari mulut wanita tua itu,
Langkah kakiku meninggalkan pengemis tua itu,
Dari jauh, wajahnya tak merasa muram,
Malah jauh lebih indah bila kupandang,
Dia tetap tersenyum.

Tuhan, aku memang orang berdosa,
Tapi aku punya permintaan untuk wanita itu,
Tuhan, biarpun ia hanya pengemis tua yang tak pernah dipandang siapapun,
Atau dipandang sebagai sampah jalanan,
Aku mohon padaMU,
Jadikan hidupnya berarti buatMU.
Karena saat aku melihatnya, aku jadi ingat wanita hebat dalam rumahku,
Aku tak akan meninggalkan ataupun menyiakan dia saat hari tuanya.

Merah Putihku



Sahabat, tau gak, aku sedang sebel sesebel sebelnya.. kenapa oh kenapa? Setelah aku liat siaran berita dari salah satu stasiun TV, aku jadi geregetan ama orang-orang di Indonesia yang jalan pikiran mereka aneh, sahabat. Gak usah di sebut lah ya apa. Tapi ini mengenai BANGSA KITA!! PAHLAWAN KITA!! BENDERA MERAH PUTIH maannn !!!! ini bukan tentang menyembah berhala atau ini bukan tentang melawan aturan Yang Maha Kuasa. Tapi ini tentang PENGHORMATAN KEPADA PAHLAWAN demi NEGARA INDONESIA man!!!
Apa artinya atau Kenapa sih setiap hari senin kita mesti ada upacara bendera dan kita juga harus hormat kepada Sang Merah Putih? Come On Guys !! kita orang Indonesia, dan untuk merebut kembali negara Indonesia juga tidak gampang! Itulah mengapa alasannya kita harus menghormati bendera Merah Putih. Itulah mengapa kita harus menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia sebagai kebanggaan kita jadi warga NKRI man!!
Dan ternyata Masih ada orang yang bilang kalau menghormati bendera Merah Putih itu menyembah berhala(musrik). Ayolah, kita ini tinggal di Negara yang menghormati pahlawan yang telah membela Negara kita sampai titik darah pengahbisan, so kalau masih mau tinggal di NKRI hargai pahlawan kita yang sudah gugur di medan perang dong!!
Mereka yang tak mau menghormati bendera Kebangsaan sama saja mereka tidak menghormati Negara mereka sendiri yang telah dijajah oleh bangsa lain. Mau jadi apa kalau dulunya kita tida ada pahlawan yang mau membela Negara kita? MASIH DIJAJAHLAH kita..
Hormat kepada Sang Merah Putih itu bukan melencong dari aturan agama, kita diajarkan untuk menghormati jasa Para Pahlawan yang telah gugur di medan perang saat mereka berperang merebut kembali Indonesia ini guys. Merah Putih itu juga bisa berkibar dengan jasa mereka yang rela bertaruh nyawa untuk mengibarkan bendera Kebangsaan dan menurunkan bendera penjajah.

Wednesday, June 8, 2011

Karena Aku Mencintainya



Hallo sahabatku, kali ini aku ingin bercerita tentang sebuah cinta yang dialami sepasang kekasih. Kekasih yang sudah saling memadu kasih dan saling mengikat janji untuk sehidup semati. Mari yuk simak ceritanya ya !!
Mimin adalah seorang wanita sederhana yang sangat mencintai kekasihnya Roni. Begitu pula Roni yang sangat mencintai Mimin dengan segala yang ia miliki. Roni mengakui bahwa ia bukan anak dari keluarga kaya, dia adalah anak dari seorang petani yang menggarap sawah dan lading orang lain setiap harinya.
Mimin mencintai Roni bukan karena ia kaya atau tidak, Mimin tetap mencintai Roni bahkan saat keluarganya di fitnah menyebarkan hama dan kedua orang tua Roni tidak di pekerjakan lagi. Walaupun begitu, Roni tetap bersemangat untuk kuliah. Karena baginya Mimin adalah semangatnya saat ini.
“Min, apakah kamu mencintaiku?” Tanya Roni kepada kekasihnya. Namun, kekasihnya itu hanya diam dan tersenyum saja. Ia mengambil sepasang batu besar dan menunjukan kepada kekasinya itu. “Keras bukan batu ini, aku berusaha menghancurkannya pun tak sanggup hancur. Dain inilah cintaku kepadamu, seberapa kuat ada yang menghancurkan kita, aku akan berada untukmu”, jawaban itu menbuat Roni semakin yakin kalau Mimin pasangan hidupnya nanti.
Ternyata Mimin memang menepati janji yang dia katakan kepada Roni. Mimin tetap setia menemani Roni saat dia sedih maupun senang. Mimin tetap member semangat saat kekasihnya itu jatuh dan hampir putus asa.

"More Than Just A Friend"



Hello, hello, hello, Sahabatku, apa kabar? Sharingku kali ini mengenai sahabat. Siapa sahabat yang anda anggap jadi sahabat sejati anda? Si A atau Si B? Sahabatku kali ini adalah sabahat yang bisa aku bilang dia LUAR BIASA. Anugerah Tuhan buat aku. Teman-teman pasti juga pernah mengalami apa yang aku alami sekarang ini.
Sahabatku ini sangat cantik, lebih tua dariku dan lebih berpengalaman tentang hidup dari padaku. Sahabat yang mau berada di sampingku setiap detik dan waktunya. Meluangkan waktunya untuk mendengarkan ceritaku. Dia mau memberiku saran yang bijaksana untukku mengambil sebuah keputusan. Hebatnya lagi dia tidak pernah mengeluh kalau aku bercerita tentang hal kehidupan pribadiku. Sahabatku ini ingin tahu semua tentang hidupku, duniaku, dan hatiku.
Nyaman sekali punya sahabat seperti dia, rasa beban yang aku pikul terlepas saat aku bercerita dan bersendau gurau dengannya. Dia adalah Ibuku sendiri. Ya, Ibuku yang telah mengandung aku selama 9 bulan dan melahirkan aku dengan nyawa sebagai taruhannya. Dia adalah sahabatku. Sahabat terbaik di seluruh dunia yang pernah aku miliki dalam hidupku.

"KU Peluk kau Dengan KasihKU"



Hallo sahabatku, Dalam kasih tentunya kita mengenal dengan hal memeluk. Namun, kali ini beda dengan berpelukan seperti biasanya. Kita memeluk sahabat kita, saudara, ataupun orang tua dengan kasih. Kasih mengajarkan kita untuk berbagi kebahagiaan satu sama lain. Aku mengasihimu dengan segala yang aku punyai.Keajaiban yang aku ingin tunjukan adalah kisah seorang anak yang sekarang telah berhasil membuat kasih dalam keluarganya. Kisah ini aku tulis dari pengalaman seorang anak yang kini mendapat kebahagiaan itu. Inilah kisah itu:
Aku adalah seorang gadis yang lahir di keluarga yang sangat keras. Orang tuaku punya kepribadian yang sangat berbeda. Kami memang bukan orang kaya, namun segala kebutuhan kami terpenuhi semuanya. Ibuku seorang ibu rumah tangga biasa. Beliau sangat sensitive dengan segala sesuatu yang mampu menyentuh hatinya. Sehingga aku pun harus berhati hati saat berbicara padanya, takutnya aku menyinggung perasaannya.
Sedangkan ayahku sangatlah berbeda dari ayah teman-temanku. Ayah sering mabuk-mabukan tak jelas dan suka menghamburkan uangnya demi kesenangannya sendiri. Beliau sangat keras sekali mendidikku. Ayah ingin aku setangguh anak lelaki, dan beliau memberiku tekanan supaya aku tumbuh seperti lelaki. Kadang kalau aku membuatnya marah, ayah sering main tampar dan pukul ke arahku. Itu membuat ibu sangat semakin kesal dengan ayahku.
Aku memang tumbuh di keluarga yang bisa dibilang tidak harmonis. Ayah pemabuk dan ibuku selalu marah-marah dengan alasan sudah lelah dengan sifat ayahku. Disini aku anak satu-satunya mereka. Aku  bingung sendiri melihat tingkah mereka yang seperti anak kecil.
Kami adalah keluarga kristiani. Namun, orang tuaku bisa dibilang tak beriman sama sekali.. Setiap hari minggu aku berangkat ke rumah ibadah sendirian. Aku berdoa sendirian. Kadang, dalam doaku, aku menangis, aku merindukan suasana hangat saat kami bertiga bisa berdoa bersama dan ke rumah ibadat bersama. Namun, aku menyerah, sudah berulang kali aku mengingatkan mereka untuk tetap ingat kepada Tuhan, malah aku di tertawakan. Mereka bilang, Tuhan itu tidak adil, hanya mampu memberi cobaan yang bertubi-tubi kepada umatnya. Tapi dalam hatiku, Tuhan itu adil, Tuhan punya rencana lain untuk menyentuh hati kedua orang tuaku.

Thursday, May 19, 2011

PLUR



Ketika mendengar kata PEACE, LOVE, UNITY, dan RESPECT, apa yang pertama kali ada dalam ingatan anda?
PEACE, LOVE, UNITY dan RESPECT adalah judul lagu yang saya dengar dari sebuah band papan atas yang sangat di kenal anak muda sebagai band yang perduli akan kehidupan masyarakat. SLANK, ya, itu nama band yang membuat dan melantunkan lagu yang diangkat dari kehidupan masyarakat dan lingkungan kita. Aku suka lagu ini, walaupun hanya satu lirik yang ada tapi lirik ini mengandung arti yang sangat dalam bagiku.
Kalau aku jabarkan, PEACE itu menggambarkan suasana hati yang menginginkan kedamaian di Negara kita. Apalagi Indonesia sekarang ini. Keadaan Negara yang kritis karena kedamaian dalam setiap orang sangat kurang. Apalagi kabar tentang banyaknya kejadian bom yang menjadi momok bagi warga Indonesia. Apa kalian tidak merindukan suatu kedamaian dalam hati setiap manusia, sehingga kita bisa melangkah bersama tanpa memandang sebuah perbedaan sebagai masalah dalam diri setiap orang. Tuhan menciptakan manusia itu berbeda-beda bukan untuk saling menghancurkan melainkan saling melengkapi satu sama lain. Tuhan, ALLAH, memberikan hal berbeda dalam diri manusia bukan untuk saling melecehkan, dan menghancurkan. Padahal damai itu indah, bila semua orang yang berbeda mampu saling merangkul dan bergandengan, pasti indah. Dan aku adalah orang yang merindukan kedamaian di negeriku yang tercinta ini.